Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Tuesday, September 9, 2014


Pengertian Mikrokontroler












Mikrokontroler merupakan sebuah sistem komputer yang
seluruh atau sebagian besar elemennya dikemas dalam 
satu chip IC, sehingga sering disebut singlechip 
microcomputer. Lebih lanjut, mikrokontroler merupakan
sistem komputer yang mempunyai satu atau beberapa 
tugas yang sangat spesifik, berbeda dangan PC (Personal 
Computer) yang memiliki beragam fungsi. Perbedaan 
lainnya adalah perbandingan RAM dan ROM yang sangat 
berbeda antara komputer dengan mikrokontroler.

Mikrokontroler adalah sebuah system microprocessor 
dimana didalamnya sudah terdapat CPU, ROM, RAM, I/O, 
Clock dan peralatan internal lainnya yang sudah 
saling terhubung dan terorganisasi (teralamati) dengan baik 
oleh pabrik pembuatnya dan dikemas dalam 
satu chip yang siap pakai. Sehingga kita tinggal memprogram 
isi ROM sesuai aturan penggunaan oleh pabrik 
yang membuatnya menurut Winoto (2008:3). Teknologi yang 
digunakan pada mikrokontroler AVR berbeda 
dengan mikrokontroler seri MCS-51. AVR berteknologi RISC 
(Reduced Instruction Set Computer), sedangkan
seri MCS-51 berteknologi CISC (Complex Instruction Set 
Computer). Mikrokontroler AVR dapat 
dikelompokkan menjadi empat kelas, yaitu keluarga ATtiny, 
keluarga AT90Sxx, keluarga ATMega, dan 
keluarga AT89RFxx. Pada dasarnya yang membedakan 
masing-masing kelas adalah memori, kelengkapan 
periperal dan fungsi-fungsi tambahan yang dimiliki. Berikut ini
 penjelasan lebih lengkap mengenai Mikrokontroler ATMega8535:

A. Mikrokontroler ATMega8535













ATMega8535 adalah mikrokontroler CMOS 8 bit daya 
rendah berbasis arsitektur RISC. Instruksi dikerjakan 
pada satu siklus clock, ATMega8535 mempunyai 
throughputmendekati 1 MIPS per MHz, hal ini 
membuat ATMega8535 dapat bekerja dengan 
kecepatan tinggi walaupun dengan penggunaan daya 
rendah. Mikrokontroler ATmega8535 memiliki 
beberapa fitur atau spesifikasi yang menjadikannya 
sebuah solusi pengendali yang efektif untuk berbagai
 keperluan. 

Fitur-fitur tersebut antara lain:
1.       Saluran I/O sebanyak 32 buah, yang terdiri atas Port 
        A, B, C dan D
2.      ADC (Analog to Digital Converter)
3.      Tiga buah Timer/Counter dengan kemampuan perbandingan
4.      CPU yang terdiri atas 32 register
5.      Watchdog Timer dengan osilator internal
6.      SRAM sebesar 512 byte
7.      Memori Flash sebesar 8kb dengan kemampuan read while 
        write
8.      Unit Interupsi Internal dan External
9.      Port antarmuka SPI untuk men-download program ke flash
10.   EEPROM sebesar 512 byte yang dapat diprogram saat 
         operasi
11.    Antarmuka komparator analog
12.   Port USART untuk komunikasi serial.

B. Konfigurasi Pin ATMega8535
Mikrokontroler AVR ATMega memiliki 40 pin dengan 32 pin diantaranya digunakan sebagai port paralel
Satu     port paralel terdiri dari 8 pin, sehingga jumlah port pada 
mikrokontroler adalah 4 port, yaitu port A, 
port B, port C dan port D. Sebagai contoh adalah port 
memiliki pin antara port A.0 sampai dengan port 
A.7, demikian selanjutnya untuk port B, port C, port D. 
Diagram pin mikrokontroler dapat dilihat pada
 gambar berikut:











Berikut ini adalah tabel penjelasan mengenai pin yang 
terdapat pada mikrokontroler ATMega8535:
Tabel Penjelasan pin pada mikrokontroler ATMega8535
Vcc
Tegangan suplai (5 volt)
GND
Ground
RESET
Input reset level rendah, pada 
pin ini selama lebih dari panjang
pulsa minimum akan menghasilkan 
reset walaupun clocksedang 
berjalan. RST pada pin 9 
merupakan reset dari AVR. Jika 
pada pin ini diberi masukan low
selama minimal 2machine cycle 
maka sistem akan di-reset
XTAL 1
Input penguat osilator inverting dan 
input pada rangkaian operasi clock 
internal
XTAL 2
Output dari penguat osilator inverting
Avcc
Pin tegangan suplai untuk port A 
dan ADC. Pin ini harus 
dihubungkanke Vcc walaupun 
ADC tidak digunakan, maka pinini 
harus dihubungkan ke Vcc melalui 
low pass filter
Aref
pin referensi tegangan analog 
untuk ADC
AGND
pin untuk analog ground
Hubungkan kaki ini ke GND, 
kecuali jika board memiliki analog
ground yang terpisah
Berikut ini adalah penjelasan dari pin mikrokontroler 
ATMega8535 menurut port-nya masing-masing:

1. Port A

Pin33 sampai dengan pin 40 merupakan pin dari port A. 
Merupakan 8 bit directional portI/O. Setiap pin-nya
dapat menyediakan internal pull-up resistor (dapat 
diatur per bit).Output buffer port A dapat memberi arus 
20 mA dan dapat mengendalikan display LED secara 
langsung. Data Direction Register port A (DDRA) harus 
di-setting terlebih dahulu sebelum port A digunakan. 
Bit-bit DDRA diisi 0 jika ingin memfungsikan pin-pin 
port A yang disesuaikan sebagai input, atau diisi 1 jika
sebagai output. Selain itu, pin-pin padaport A juga 
memiliki fungsi-fungsi alternatif khusus seperti yang 
dapat dilihat dalam tabel:
Tabel Penjelasan pin pada port A
Pin
Keterangan
PA.7
ADC7 (ADC Input Channel 7)
PA.6
ADC6 (ADC Input Channel 6)
PA.5
ADC7 (ADC Input Channel 5)
PA.5
ADC4 (ADC Input Channel 4)
PA.3
ADC3 (ADC Input Channel 3)
PA.2
ADC2 (ADC Input Channel 2)
PA.1
ADC1 (ADC Input Channel 1)
PA.0
ADC0 (ADC Input Channel 0)

2. Port B

Pin 1 sampai dengan pin 8 merupakan pin dari port B. Merupakan 
8 bit directional portI/O. Setiap pin-nya dapat menyediakan 
dapat diatur per bit).Output buffer port B dapat memberi arus 
20 mA dan dapat mengendalikan display LED secara langsung. 
Data Direction Register port B (DDRB) harus di-setting terlebih 
dahulu sebelum port B digunakan. Bit-bit DDRB diisi 0 jika ingin 
memfungsikan pin-pin port B yang disesuaikan sebagai input, atau 
diisi 1 jika sebagai output. Selain itu, pin-pin port B juga memiliki 
fungsi-fungsi alternatif khusus seperti yang dapat dilihat dalam tabel:
Tabel Penjelasan pin pada port B
Pin
Keterangan
PB.7
SCK (SPI Bus Serial Clock)
PB.6
VISO (SPI Bus Master Input/Slave Output)
PB.5
VOSI (SPI Bus Master Output/Slave Input)
PB.4
SS (SPI Slave Select Input)
PB.3
AIN1 (Analog Comparator Negative Input)
OCC (Timer/Counter0 Output Compare 
Match Output)
PB.2
AIN0 (Analog Comparator Positive Input)
INT2 (External Interrupt2 Input)
PB.1
T1 (Timer/Counter1 External Counter Input)
PB.0
T0 (Timer/Counter0 External Counter Input)
XCK (JSARTExternal Clock Input/Output)

3. Port C

Pin 22 sampai dengan pin 29 merupakan pin dari port C. Port 
sendiri merupakan port input atau outputSetiap pin-nya dapat 
menyediakan internal pull-up resistor (dapat diatur per bit). 
Output buffer port C dapat memberi arus 20 mA dan dapat 
mengendalikandisplay LED secara langsung. Data Direction 
Register port (DDRC) harus di-settingterlebih dahulu sebelum 
port C digunakan. Bit-bit DDRC diisi 0 jika ingin memfungsikan
pin-pin port C yang disesuaikan sebagai input, atau diisi 1 jika 
sebagai output. Selain itu,pin-pin port D juga memiliki 
fungsi-fungsi alternatif khusus seperti yang dapat dilihat dalam 
tabel II.6:
Tabel Penjelasan pin pada port C
Pin
Keterangan
PC.7
TOSC2 (Timer Oscillator Pin 2)
PC.6
TOSC1 (Timer Oscillator Pin 1)
PC.1
SDA (Two-Wire Serial Bus Data 
Input/Output Line)
PC.0
SCL (Two-Wire Serial Bus Clock Line)

4. Port D

Pin 14 sampai dengan pin 20 merupakan pin dari port D. Merupakan 
8 bit directional portI/O. Setiap pin-nya dapat menyediakan 
internal pull-up resistor (dapat diatur per bit).Output buffer port 
dapat memberi arus 20 mA dan dapat mengendalikan display LED 
secara langsung. Data     Direction Register port D (DDRDharus 
di-setting terlebih dahulu sebelum port D digunakan. Bit-bit DDRD 
diisi 0 jika ingin memfungsikan pin-pin port D yang disesuaikan 
sebagai input, atau diisi 1 jika sebagai output. Selain itu, pin-pin 
port D juga memiliki fungsi-fungsi alternatif khusus seperti yang 
dapat dilihat 
dalam tabel:
Tabel Penjelasan pin pada port D
Pin
Keterangan
PD.0
RDX (UART input line)
PD.1
TDX (UART output line)
PD.2
INT0 (external interrupt 0 input)
PD.3
INT1 (external interrupt 1 input)
PD.4
OC1B (Timer/Counter1 output 
compareB match output)
PD.5
OC1A (Timer/Counter1 output 
compareA match output)
PD.6
ICP (Timer/Counter1 input capture 
pin)
PD.7
OC2 (Timer/Counter2 output compare 
match output)

C. Diagram Blok ATMega8535















Pada diagram blok ATMega8535 digambarkan 32 
general purpose Working register yang dihubungkan 
secara langsung dengan Arithmetic Logic Unit (ALU). 
Sehingga memungkinkan dua register yang berbeda 
dapat diakses dalam satu siklus clock.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Ashbell mengatakan...

Kasih Sumber Please ,,,,, :v :v :v

Posting Komentar